Showing posts with label aisyah wa Quds. Show all posts
Showing posts with label aisyah wa Quds. Show all posts

Thursday, June 3, 2010

Justice will Prevail!

In an interview with Sky's American sister station Fox News, Michael Oren described the operation, in which at least nine people died, as "perfectly legal, perfectly humane - and very responsible".
WHAT? PERFECTLY LEGAL?

"Israel has to make some hard choices sometimes," he stressed, "We live in a rough neighbourhood."
HARD CHOICES? SORRY, THEY'RE BRUTAL!

When questioned about the global condemnation of the violence and accusations of "state-sponsored piracy on the open seas", he denied there had been any breach of international law in raiding the ships.
BRIGHT PEOPLE WHO ARE HEARTLESS

"Israel acted in accord with international law," he said.
KILLING MUSLIM WILL BE A LAW IMPOSED IN THE PARLIAMENT?


"Any state has the right to protect itself, certainly from a terrorist threat such as Hamas, including on the open seas.
PROTECT? WHEN DID THE FLOTILLA DECLARED TO HAVE A WAR WITH THE ISRAELI?

"The US acted under similar international law when it fought the Germans and the Japanese in World War Two.
THE ISRAELI 'CREATED HISTORY' FOR THE PALESTINIAN, HAVE YOU CONSIDERED THAT HISTORY???

He reiterated that Israel would immediately deport activists seized from the six-ship flotilla.

Nearly 700 foreign nationals being held in Israeli jails are expected to be deported today and tomorrow.

Some 124 detainees from 12 Muslim nations were taken across the border into Jordan in the early hours of this morning.

It is thought they are from countries that do not have diplomatic ties with Israel.
SAPA NAK KAWAN DENGAN ISRAEL?

A total of 42 Britons - including 11 people with dual nationality - are known to have been detained by security forces.

Foreign Secretary William Hague said they will be brought home as soon as possible. Some are already back in the UK.

Meanwhile, President Obama has offered his condolences to Turkey after four Turkish activists were confirmed to have died in the violence.
OBAMA:THIS IS OBAMA, HEARD SOME OF YOUR PEOPLE ARE KILLED. SORRY TO HEAR THAT. ????

And Egypt has opened its border crossing with Gaza to allow aid to get through after signing a temporary agreement with Israel.
TEMPORARY AGREEMENT? WHAT A PUPPET

The Secretary General of the United Nations Ban Ki-Moon is holding meetings in New York to discuss the situation.
MEETING? WHAT ABOUT THE SABRA AND SHATILLA MASSACRE? HAVE YOU DISCUSSED ABOUT THAT?

The UN Security Council has condemned the raid and called for a "prompt, impartial, credible, transparent" investigation.
REALLY? SO WHEN WILL THE TRANSPARENT CREDIBLE INVESTIGATION WILL BE OUT FOR THE PUBLIC ACKNOWLEDGEMENT?

Thursday, October 29, 2009

Kefhal Ya Filistin?



Bismillah

Semalam saya menelefon penduduk Palestin (kali kedua). Kali pertama menelefon saya rasa agak gentar kerana perlu berbahasa arab. Bahasa arab pula tersangat karat, namun ikut juga kata hati…..cubalah dulu.

Kerana ‘terlalu fasih’ berbahasa arab, saya memutuskan talian dengan hampa. Hanya sekadar bertanya khabar individu tersebut dan mengucapkan salam tinggal. Kaku juga mendengar suara yang telah membayar sebuah tanah dengan darah perjuangan.



KHABAR, TIDAK BAIK

Sejak pagi, mendengar berita tentang mereka. Hati dihimpit simpati. Pagi itu melalui radio IKIM, pembaca berita menyatakan penduduk Palestin akan mengalami masalah terutama dari segi makanan dan ubatan sekiranya bantuan tidak sampai sebelum musim sejuk ini. Tengahari pula melalui buletin 1.30 di TV3, berita kebakaran di ladang zaitun meledakkan rasa geram. Petang itu pula terbaca bagaimana kisah hidup warga Palestin yang terpaksa membahayakan nyawa demi mencari rezeki dengan memasuki Israel oleh penyeludup. Saudaraku, begitu sekalikah kehidupanmu? Aku disini hidup bahagia. Malah selalu terkalahkan ujian. Ya Allah, ighfir zunubi…



Kali ini, saya lebih berani. Dengan strategi berbeza. Saya menelefon. Saya tidak mahu merasakan saya ini memperalatkan mereka. Cakap hello lepas tu letak. Memang sakit hati.



Assalamualaikum

Hal tatakallamu allaghatul alinjliziyah? (Bolehkah anda berbahasa inggeris)

Itulah dialog saya saban kali. Namun agak mengahampakan kerana hampir 20 nombor yang saya dial, hanya 2 orang saja yang mampu berbahasa inggeris.

Saya gembira. Walau mereka mengatakan la’ (tidak). Namun mereka menyambut mesra bila saya katakan yang saya dari Malaysia. Ahlan ahlan kata mereka. Biar mereka tidak dapat berbahasa inggeris, saya cuba menyambung perbualan dengan memberitahu yang rakyat Malaysia peduli dengan rakyat Palestin. Saya dapat berinteraksi dengan setiap tingkatan usia berdasarkan suara. Ma’as salam mengakhiri perbualan yang terlalu singkat.



BERJAYA! ALHAMDULILLAH

Dialog yang sama saya gemakan. Na’am kata lelaki itu. Terdengar suara seorang perempuan dan seorang kanak-kanak lelaki. Ah, pasti sudah berkeluarga. Namun, baru saja hendak memulakan perbualan, talian seperti tergantung. Saya dengar suara mereka, namun lelaki itu tidak dapat mendengar suara saya. Ah! Geraam!

Saya cuba hindarkan ‘nombor-nombor cantik’. Manalah tahu tersesat pergi ke pejabat fatah dan konconya! Tak pasal-pasal aje. Saya tidak pasti itu nombor keberapa. Kali ini sedikit berbeza.



Hal tatakallamu allaghatul al injliziyah?

Sebentar, ada yang boleh berbahasa inggeris katanya dalam bahasa arab

Suara itu merdu sekali, saya menunggu ditalian. Terdengar panggilan dan derap kaki melangkah.


Ganggang diangkat. Asslamualaikum. Jelas kedengaran suara wanita muda Palestin yang agak curious. Waalaikumsalam! Ana Aisyah min Malizi. I am Aisyah from Malaysia. Sengaja mengulangi dialog.

From where? I can’t here you. Dia menjawab dengan bahasa Inggeris yang terlalu dipengaruhi loghat arabnya.


Malaysia Malaysia kataku. Malizi Malizi katanya separuh terperanjat dan begitu ceria. Terdengar sedikit jeritan di belakang dengan penuh reaksi menjerit kecil “Malizi, Malizi!”

Malizi? Soalnya lagi bernada excited. Na’am na’am balasku dengan senyuman yang berbunga di hati.

I called to know, how are Palestinian’s doing?

Oh, oh..we are good!! Katanya dengan gembira. Suaranya seperti sudah berumur 24 tahun. Ah! Disana 6 tahun sudah pun berumur 16 tahun! Matang!

I learned that the olive farm has been burnt down by the Jews.

Err, can you speak Arabic.

Oh, I’m not fluent in Arabic kataku hampa.


Lupa pula bertanya di daerah mana dia tinggal. Atau namanya. Sungguh out dari persediaan! Dan selepas ni kena brush up bahasa arab!


Namun perbualan itu sungguh mengharukan diriku. Atas dasar akidah, kita semua bersaudara. Langit biru yang sama yang memayungi, hujan yang sama yang menyimbah ke bumi, udara yang sama yang dihirup, kiblat yang sama yang kita hadapkan wajah kita kepada Allah yang Esa…


Biar Palestin itu tidak sayup dari tubir mataku, alunan jihadmu yang kau kobarkan saban hari tiada di deria pendengaranku, namun sanubariku mengidam untuk memiliki jiwa sepertimu. Aku tidak mahu buta, pekak dan bisu melihat nasibmu. Sesungguhnya Allah telah mengangkatmu wahai Palestin sebagai sebuah kota syuhada’ pada zaman ini. Kalau tidak dengan darah, biar lisanku, akalku, hatiku, seluruh pancainderaku bersamamu InsyaAllah.


post 2 bulan yang lalu yang x terpost post:c

Thursday, August 20, 2009

Surat Terbuka Anak Palestin


salam ukhwah.

untuk post hari ini ana sertakan tulisan dari laman halaqah-online tentang perihal Palestin.

Surat Terbuka Anak Bangsa Palestina


Written by Anak Bangsa Palestin
Tuesday, 30 December 2008 08:36

بسم الله الرحمن الرحيم
Ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih
Yang terhormat,
Bapak Suripto Joko Said,
Para Panitia Penyelenggara Muktamar,
Saudara dan Saudari Peserta Muktamar,
Dan Hadirin sekalian.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Atas nama diri saya sendiri dan atas nama bangsa Palestina yang terluka, saya berterima kasih kepada Anda semua atas perhatian yang dalam terhadap problematika Palestina. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan realita dan kesulitan yang dialami oleh salah satu kelompok masyarakat Palestina, yaitu mereka yang mengalami luka-luka.

Saya datang dari Palestina yang terluka, dari Baitul Maqdis tempat keberadaan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, negeri para Nabi dan Rasul – alahimussalam -, tempat Mi’raj Rasulullah saw, kiblat pertama ummat Isam, dan tempat suci ketiga mereka. Saya datang dari tengah penderitaan yang dialami oleh Ghaza yang diisolasi.

Saudara-saudara yang mulia tentu tahu bahwa sejak awal berlangsungnya Intifadhah Al-Aqsha 28 September 2000 telah jatuh korban luka-luka setiap hari hingga jumlahnya mencapai lebih dari 49000 orang.

Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan kehidupan orang-orang Palestina yang terluka dan berbagai kesulitan yang mereka hadapi diantaranya masalah sosial, kesehatan, kejiwaan, dan dampak isolasi (blokade pemboikotan) atas kami bangsa Palestina khususnya mereka yag terluka. Orang yang terluka tidak dapat berobat karena ditutupnya lintas perbatasan sedangkan sarana dan prasarana di Jalur Ghaza tidak mencukupi kebutuhan minimal untuk menolong mereka yang terluka dari bahaya kematian.

Politik Kebijakan dan Perlakuan Musuh terhadap Warga Palestina

Pendudukan dan penjajahan Yahudi selalu melakukan tindakan kezaliman dan penghancuran yang amat keji, serta menggunakan segala kekuatan brutal terhadap bangsa Palestina. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata militer yang dilarang oleh dunia internasional seperti rudal pembakar, dan senjata penggergaji dan pemotong tubuh. Sehingga cukup banyak diantara kami yang terluka dan cacat karena kehilangan sebagian anggota tubuhnya baik mata, tangan, kaki atau lainnya. Kebanyakan diantara mereka adalah anak-anak dan remaja yang sedang berada di rumah atau sedang menyeberang jalan lalu diserang secara membabi buta. Salah satu buktinya adalah pembantaian di Hay Ad-Daraj yang menelan korban 20 syuhada dan 100 luka-luka. Anda juga telah menyaksikan bagaimana bayi-bayi yang masih menyusui meninggal di bawah puing reruntuhan bangunan rumah mereka. Juga pembantaian keluarga ‘Atsamina yang menelan korban 18 syahid serta 50 luka-luka yang kebanyakan mereka mengalami cacat permanen. Ini adalah pembunuhan massal yang bertentangan dengan akhlak manusia dan undang-undang samawi.

Peran Isolasi dan Pemboikotan

Blokade dan isolasi yang zalim terhadap Ghaza telah merampas hak-hak korban terluka, meskipun sekadar hak mendapat obat dan perawatan, hingga bahan bakar untuk mobil ambulan untuk mengantar korban luka ke klinik atau RS pun tidak ada. Belum lagi pemutusan aliran listrik yang menyebabkan peralatan terkait pernafasan pasien tak dapat berfungsi sehingga banyak diantara korban luka akhirnya meninggal. Diantara kami juga tidak mendapatkan obat bius sehingga dokter terpaksa melakukan amputasi atau operasi tanpa bius seperti yang Anda saksikan. Bukankah ini pembunuhan sengaja dan berencana terhadap manusia??

Dampak Sosial

Saudara-saudara yang mulia, mari kita melihat bagaimana seorang anak kecil usia sekolah tidak dapat pergi sendiri ke sekolahnya dan memerlukan ibu, ayah, atau saudaranya untuk mendorong kursi rodanya ke sekolah akibat cacat yang disebabkan oleh kekejaman pendudukan Israel. Anak-anak cacat itu tidak bisa lagi bermain bersama kawannya, tidak dapat membaca, menulis atau berolahraga, lalu kondisi mereka menjadi beban baru bagi keluarganya untuk diperhatikan dan dijaga secara khusus dengan program khusus pula. Semua bisa ia dapatkan jika keluarganya mampu. Jika tidak, maka perhatian dan perawatan minimal pun sulit ia dapatkan.

Bagaimana jika yang menjadi korban meninggal atau cacat adalah perempuan yang menjadi ibu? Dapat dikatakan bahwa telah terjadi penghancuran satu keluarga penuh, karena keluarga itu kehilangan pendidik, penjaga dan pengasuh mereka yang menyayangi. Adakah penghancuran yang lebih dahsyat darinya??

Bagaimana pula jika korban meninggal atau cacat adalah kepala rumah tangga? Padahal ia adalah tumpuan satu-satunya yang mencari nafkah keluarga, memenuhi kebutungan sandang, pangan dan perhatian. Penjajahan Zionis telah menghalangi seorang ayah yang cacat tubuh untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi istri dan anak-anaknya, bahkan telah menjadikannya sebagai beban bagi mereka.

Bila yang mengalami cacat adalah remaja putra atau putri maka mereka akan mengalami tekanan jiwa yang berat, karena masa depan mereka yang mengkhawatirkan terutama masalah pernikahan. Sulit bagi mereka untuk mendapatkan pasangan yang mereka inginkan.

Akhirnya, kami, orang-orang yang terluka dan sakit sangat membutuhkan obat, kursi roda dan peralatan medis dan bagaimana membawanya masuk ke Ghaza. Kami membutuhkan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan dan penyelenggaran berbagai program rehabilitasi serta proyek-proyek kemanusian agar kami dapat hidup mulia sebagai bangsa. Bangsa Palestina yang mengalir darahnya memanggil seluruh komponen ummat Islam, semua lembaga sosial dan kemanusiaan dan setiap pemilik hati nurani untuk mengulurkan bantuannya, berdiri di samping kami beriringan demi menghilangkan kezaliman, karena Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudarannya.

Bantulah kami terus untuk menghentikan penjajahan agar kami bisa hidup lebih baik.

Akhirnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin dan penyelenggara muktamar ini.

Wassalamu’alaikum wrwb.

Salam dari orang-orang terluka di Ghaza, Baitul Maqdis, Palestina (Surat terbuka ini dibacakan langsung oleh Dami Dabbur -yang kaki sebelah kanannya harus diamputasi korban kekejaman Israel- dalam Konferensi Internasional Palestina/as/ut)


Dari blog ini